LAPORAN
PRAKTIKUM
KIMIA
I.
JUDUL
: MOLARITAS LARUTAN
II.
TUJUAN
: Membuat 40
ml NaCl 0,5 M
III.
ALAT DAN BAHAN : NaCl
0,5 M
Aquades
Gelas Beker
Neraca O'Haus
Spatula
Botol semprot
IV.
CARA KERJA :
1.
Dasar Teori
1. Larutan
Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih yang terdispersi baik sebagai molekul, atom, maupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. Larutan dapat berupa gas, cairan, atau padatan. Larutan encer adalah larutan yang mengandung sejumlah kecil solute, relatif terhadap jumlah pelarut. Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute. ( Baroroh, 2004 )
Pada umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah air, selain air yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol amoniak, kloroform, benzena, minyak, asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan air tidak disebutkan.
( Gunawan, 2004 )
Faktor- faktor yang mempengaruhi kelarutan yaitu temperatur, sifat pelarut, efek ion sejenis, efek ion berlainan, pH, hidrolisis, pengaruh kompleks dan lain- lain ( Khopkar, 2003 )
2. Konsentrasi Larutan
Untuk menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif digunakan konsentrasi. Konsentrasi adalah perbandingan jumlah zat terlarut dan jumlah pelarut, dinyatakan dalam satuan volume ( berat, mol ) zat terlarut dalam sejumlah volume tertentu dari pelarut. Berdasarkan hal ini muncul satuan- satuan konsentrasi, yaitu fraksi mol, molaritas, molalitas, ppm, serta ditambah dengan persen massa dan persen volume ( Baroroh, 2004 )
3. Molaritas Campuran ( Mcamp )
Apabila dua buah larutan dengan konsentrasi yang berbeda dicampurkan maka akan didapatkan larutan dengan konsentrasi yang berbeda dengan konsentrasi awal, yang disebut sebagai konsentrai campuran.
Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih yang terdispersi baik sebagai molekul, atom, maupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. Larutan dapat berupa gas, cairan, atau padatan. Larutan encer adalah larutan yang mengandung sejumlah kecil solute, relatif terhadap jumlah pelarut. Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute. ( Baroroh, 2004 )
Pada umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah air, selain air yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol amoniak, kloroform, benzena, minyak, asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan air tidak disebutkan.
( Gunawan, 2004 )
Faktor- faktor yang mempengaruhi kelarutan yaitu temperatur, sifat pelarut, efek ion sejenis, efek ion berlainan, pH, hidrolisis, pengaruh kompleks dan lain- lain ( Khopkar, 2003 )
2. Konsentrasi Larutan
Untuk menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif digunakan konsentrasi. Konsentrasi adalah perbandingan jumlah zat terlarut dan jumlah pelarut, dinyatakan dalam satuan volume ( berat, mol ) zat terlarut dalam sejumlah volume tertentu dari pelarut. Berdasarkan hal ini muncul satuan- satuan konsentrasi, yaitu fraksi mol, molaritas, molalitas, ppm, serta ditambah dengan persen massa dan persen volume ( Baroroh, 2004 )
3. Molaritas Campuran ( Mcamp )
Apabila dua buah larutan dengan konsentrasi yang berbeda dicampurkan maka akan didapatkan larutan dengan konsentrasi yang berbeda dengan konsentrasi awal, yang disebut sebagai konsentrai campuran.
2. Cara Kerja :
1.
Ambil kristal natrium klorida
menggunakan spatula lalu timbang dengan neraca hingga
mencapai berat 1,18 gram.
2.
Tuangkan air/aquades sebanyak 20 ml ke dalam
gelas beker.
3.
Masukkan natrium klorida ke dalam gelas beker yang sudah diberi air/aquades tadi.
4.
Aduklah sampai natrium klorida
tersebut benar-benar larut.
5.
Setelah itu, tambahkan air sampai pada
batas 40 ml.
6.
Untuk yang terakhir, letakkan larutan pada tempat bertuliskan NaCl
0,5 M
V.
HASIL PENGAMATAN
Perlakuan
|
Pengamatan
|
1. Timbang 1,18 gram kristal natrium klorida dengan neraca
|
Cara memperoleh massa nya:
M = mol/l
mol=M.l
= 0,5 . 0,04
= 0,02
mol
= gr/Mr
gr= mol.Mr
=0,02
. 59
=
1,18 gram
|
2. Masukkan kristal natrium klorida tersebut ke dalam
gelas beker ukuran 50 mL. Lalu tambahkan kira- kira 20 mL aquades. Guncang gelas
beker sampai semua kristal natrium
klorida larut.
|
Kristal
natrium klorida 1,18 gram
dilarutkan sampai benar- benar larut
|
3. Tambahkan
lagi aquades sampai volume larutan tepat 40 mL.
|
Pada gelas beker terlihat jernih
seperti aquades biasa.
|
VI.
KESIMPULAN
1. Berdasarkan
hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa, percobaan pembuatan larutan NaCl dilakukan dengan menambahkan zat pelarut
aquades.
2. Sesuai dengan prinsip dan langkah yang
ditetapkan untuk membuat larutan NaCl 0,5 M sebanyak 40 mL diperlukan kristal NaCl
sebanyak 1,18 gram.
No comments:
Post a Comment